Budaya – Nigeria Budaya, Bea dan Cara Rakyat

Seorang wanita dianggap matang untuk pernikahan – setelah itu ia dianggap sebagai kewajiban dalam rumah ayahnya sendiri itu. Meskipun dia masih akan diberikan hak-haknya sebagai seorang anak perempuan tapi dia akan diperlakukan sebagai kewajiban dalam beberapa cara.

Setelah pendahuluan maka muncullah pernikahan tradisional diikuti oleh pernikahan di gereja dan kemudian mereka
menjadi suami istri pernikahan pengadilan hampir tidak dilihat sebagai diperlukan di Nigeria budaya dan adat itu dianggap tidak penting.

Di Nigeria seorang wanita diharapkan untuk mengurus orang dan anak-anaknya orang itu dianggap sebagai pemilik dari anak-anak sedangkan wanita mengurus mereka wanita itu tidak persen dari karya-karya dalam negeri sementara orang itu diharapkan menyediakan dan membayar semua tagihan.

Di Nigeria seorang presiden dapat memberikan suara serta anggota majelis nasional gubernur pimpinan pemerintah daerah dan anggota dewan mereka sementara seorang pria dapat diberikan tanggung jawab memerintah sebuah desa kota atau bahkan negara dalam kemitraan dengan Gubernur negara. Jenis kerajaan selalu diwariskan tidak dapat dialihkan sebuah keluarga kerajaan selalu merupakan keluarga kerajaan.

Hal ini disebut hak mutlak diberikan kepada mereka oleh nenek moyang.

Di bagian utara laki-laki seharusnya meninggalkan rumah ayah pada sampai mengurus dirinya sendiri dan membuat keluarga lain. Jika semua tentang Nigeria adat dan budaya harus ditulis maka kita mungkin juga menulis waktu seluruh hidup kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: